Tuesday, March 03, 2009

Femtocells

Kemungkinan dari femtocells menjadi pembicaraan utama dari industri komunikasi mobile. Secara mengejutkan apa yang dimulai secara sederhana untuk meningkatkan coverage dari di rumah telah menjadi model ekonomis untuk operator menggelar jaringan mobile broadband.

Femtocells adalah salah satu topik terhangat di telekomunikasi. Tetapi benarkah kenyataannya sesuai dengan yang digembor – gemborkan ? Sebelum ke pertanyaan ini kita akan mencoba menjawab pertanyaan mudah : apa yang sebenarnya Femtocells lakukan ? Femtocells menyediakan coverage selular dalam rumah, menggunakan hubungan broadband pelanggan untuk backhaul dan berwujud kotak seukuran router wifi. Operator kemudian mendapat coverage selular yang maksimal dan kelebihan penggunaan mobile di rumah. Ini secara dramatis akan mengurangi biaya operasional karena backhaul dan power disediakan oleh pelanggan. Ini juga akan memampukan penciptaan layanan yang menghasilkan revenue baru. Sementara itu pelanggan, akan mendapat keuntungan dari coverage selular dan mobile broadband yang lebih cepat di rumah. Layanan suara yang lebih kompetitif dan tarif data dan beragam layanan baru.
Premis atau pernyataan mendasar utama dibalik femtocells adalah untuk meningkatkan coverage mobile di rumah. Selama beberapa tahun picocells dan DAS (Distributed Antenna System) telah meningkatkan coverage di pusat perbelanjaan, bandara, dan bisnis besar. Teknologi tertentu bagaimanapun terlalu mahal diterapkan pada lingkungan domestic; tidaklah mudah terus menerus mengirim engineer ke jutaan rumah untuk melaksanakan test dan menginstall perangkat. Di beberapa kasus teknologi sebagai aturan belumlah dibutuhkan sebagai mayoritas luas dari orang di pasar dunia barat yang tinggal di area dimana coverage 2G Mobile terlihat baik.
Pengenalan dari 3G merubah hal ini. Pertama ini mengalami isu mengenai gedung tinggi dibandingkan 2G. Alasan sederhana untuk ini adalah pemindahan dari 2G ke 3G juga melibatkan lompatan di pemindahan spektrum radiol; sinyal frekuensi yang lebih tinggi menjadi lemah pada jarak yang pendek dan tidak akan menembus dinding dengan baik. Banyak pelanggan oleh karena itu menerima sinyal 3G yang terbatas di rumah, hal yang mendukung voice tetapi tidak dalam hal data bandwith tinggi yang 3G sediakan.
Teka – teki yang dihadapi operator 3G sangatlah jelas; mereka berinvestasi besar di lisensi frekuensi dan jaringan untuk mendukung penguasaan data, sampai sekarang jaringan menyediakan kinerja buruk dari indoor dimana mungkin 90 persen atau lebih dimana penggunaan data gunakan.
Ini bukan hanya isu 3G, secara kebetulan: ini hanya menjadi jelas di permulaan. Kebanyakan teknologi mobile broadband memperluas di frekuensi band yang lebih luas yang tersedia di akhir yang tinggi dari spectrum – femtocells dari WiMAX. Sebagai tambahan, beberapa pasar yang masih mengalami coverage 2G mobile yang buruk mencoba mengubah dengan menerapkan 2G femtocells.
Dasar yang penting untuk femtocelss oleh karena itu adalah meningkatkan coverage. Bagaimanapun untuk memecahkan masalah ini pionir dari femtocells juga telah memecahkan masalah lain: dimana untuk menemukan kapasitas untuk coverage tersebut. Femtocells perlu untuk mengalirkan trafik selular dari rumah kembali ke core mobile dan hanya ada satu cara yang dapat dilakukan : pelanggan memperbaiki koneksi broadband. Ini adalah penjualan penting untuk operator mobile.
Kemampuan dari FMC untuk operator menghilangkan jaringan mobile yang mahal dan mengubahnya menjadi jaringan fixed broadband yang dibayar oleh pelanggan. Penghematan biaya adalah hal yang kecil : riset dari ABI melaporkan penemuan bahwa femtocells dapat menyebabkan penghematan akibat backhaul dan biaya energi hingga lebih dari US$70 milyar dolar hingga 2012. Terkait ini sangatlah penting menghargai bahwa sementara jaringan mobile yang ada sekarang secara trafik suara dan SMS secara luas, trafik data broadband tumbuh secara cepat dan akan mendominasi.
Apa yang dimulai sebagai usaha mudah untuk meningkatkan coverage mobile di rumah berubah menjadi model ekonomis bagi operator untuk menggelar jaringan mobile broadband. Dibandingkan mencurahkan investasi di jaringan outdoor untuk menyediakan kapasitas ekstra di backhaul dan femtocells over the air menyediakan alternatif nyata. Juga dengan memecahkan isu penembusan dari dalam keluar, ujung atas dari spectrum, yang menyediakan potensial bandwith yang banyak, tidak menjadi masalah bagi operator mobile.
Tidaklah mengejutkan bahwa femtocells menjadi salah satu hal yang digembor – gemborkan di area industri mobile. Di 2007 Arun Sarin dari Vodafone adalah satu dari banyak komunitas operator yang mengakui potensialitasnya. Google telah berinvestasi dan Sprint-Nextel di Amerika Serikat mengagumkan yang lainnya dan berlomba serta meluncurkan layanan komersial. Bagaimanapun sebagaimana industri mobile telah lihat sebelumnya, segala sesuatunya tidaklah berjalan semulus itu. Lalu apa yang diidentifikasikan sebagai perangkap oleh sebagian pihak ?
Pertama masalah biaya. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah berapa biaya yang dibutuhkan dalam dalam pemesanan femtocells untuk menjadi pilihan yang menarik untuk operator dan apakah baik operator maupun pelanggan mau membayarnya. Satu jawaban untuk hal ini adalah, tidak seperti infrastruktur selular biasa, femtocells mengadopsi sebuah model pelanggan elektronik untuk pengembangan dan produksi. Sebagai hasilnya ini mereka akan mendapat keuntungan ekonomi yang signifikan untuk skala di perakitan dan biaya akan berkurang dari sisi jumlah.. Dalam kuantitas, tidak ada alas an kenapa femtocell menjadi lebih mahal dibanding akses point wifi ke pelanggan. Dalam tiap kasus, model bisnis femtocell juga dalam jumlah besar mengurangi biaya operasional jangka panjang untuk carrier, sehinggan kasus bisnis bukanlah hal yang sensitif di awal biaya femtocell.
Secara mendasar, bagaimanapun, bagaimana perangkat femtocell dibayar tergantung operator. Kebanyakan akan menerapkan model subsidi sebagaimana yang sudah berjalan di telepon mobile; yang lainnya akan menerapkan model yang secara penuh berbayar. Survei menyarankan bahwa kebanyakan pelanggan bersedia membayar untuk coverage istimewa di rumah mereka dan penghematan yang besar untuk tagihan telepon sebagai layanan baru, terutama bilamana ini tersedia di semua handset, dibanding model special yang lebih sedikit. Sebagai tambahan tren dalam bundling “quad-play” yang menyatukan layanan mobile dengan broadband, voice dan layanan rumahan lainnya membuat kesempatan untuk pelanggan memperoleh tagihan tunggal dan kontak poin tunggal untuk semua layanan. Sejajar dengan model ini biaya perangkat femtocell akan jatuh jika diintegrasikan dengan gateway rumah; sudah ada pengumuman dari Netgear and Thompson terkait hal ini.
Setelah biaya, lalu mengenai legalitas ? Secara spesifik, bagaimana jika pelanggan perusahaan menentukan untuk membawa femtocell selama liburan untuk menikmati potongan data dan voice kemanapun mereka pergi ? Hal ini sudah menikmati tekanan jangkauan. Operator, bagaimanapun, terkait spectrum (milik mereka atau operator lain) sebagai aset vital bagi bisnis mereka dan telah mespesifikasikan bahwa femtocell harus dirancang sehingga hal ini tidaklah terjadi.
Femtocells merupakan perangkat cerdas, berbeda dengan “booster” illegal yang bisa diinstal tanpa ijin operator. Femtocell mengetahui lokasi dengan beberapa sarana tehnik, seperti dengan “merasakan” cell cell jaringan sekitarnya dang dengan menggunakan data terkait perangkat keras dan alamat IP dari DSL atau jaringan kabel yang saling berhubungan untuk menyediakan detail lokasi kembali ke operator. Untuk memahami cara kerjanya, anggap telepon selular tidak akan menimbulkan masalah interferensi bilamana dikeluarkan dari pasar lisensi operator; mereka akan dicegah jaringan untuk mentransmisikan pada area yang tidak berijin.
Dan berbicara mengenai hal yang menakutkan, bagaimana mengenai kesehatan ? secara fakta, bilamana analogi dari femtocell sebagai base station selular domestik bersifat instrunktif, juga terbuka menjadi hal yang bisa disalahartikan. Sementara femtocell melakukan fungsi dasar yang sama sebagaimana base station mobile, menggunakan power 10000 lebih kecil bahkan dari sebuah router wifi. Telepon mobile saat terhubung dengan femtocell juga akan mengeluarkan power lebih sedikit dibandingkan lingkungan biasa, yang juga berarti menghemat baterai. Kunci tantangan untuk industri adalah menyebarkan pesan mengenai hal ini.
Tantangan berikutnya hadir dari isu terkait standar dan interapobilitas. Pengembangan femtocell membutuhkan tidak hanya perangkatdi rumah, tetapi juga perangkat di core mobile yang terpadu secara kapasitas dari jutaan femtocell ke jaringan. Sayangnya jaringan mobile dirancang untuk mendukung ratusan dari base station bukan jutaan, ada perangkat tambahan yang dibutuhkan. Isu baru yang timbul adalah operator perlu untuk mengakomodasi produk dari vendor yang berbeda dalam jaringan mereka. Kebutuhan ini harus dilakukan dengan secara minimal merubah jaringan dan pendekatan harus dilakukan selama itu mungkin.
Untungnya, tidak hanya ada jumlah solusi jaringan yang ada dan terstandarisasi yang dapat mengakomodir femtocell, tetapi beberapa vendor juga saling bekerjasama di industri terkait forum femto untuk memastikan solusi yang kompatibel interoperable baik di tingkatan ini maupun lainnya. Sehingga pelanggan tidak terkena dampak dan handset mereka bisa berjalan di banyak femtocell.
Jika isu yang lain tidaklah fatal, mungkinkah frekuensi yang lebih rendah menjadi kematian bagi femtocell ? Tidak hanya amerika serikat yang meluncurkan kembali secara komersial dari band frekuensi 700Mhz untuk teknologi mobile broadband. Terjadi di banyak pasar secara global. Jika masalah coverage dalam ruangan ditingkatkan pada frekuensi rendah, kemudian seseorang akan bertanya akankah femtocell redundant ?
Kenyataan dari situasi kebanyakan bersifat berlawanan. Frekuensi rendah mungkin baik bagi operator mobile sebagaimana untuk pengurangan jumlah base station selagi meningkatkan coverage, dan ada oleh karena itu penghalang kapasitas. Femtocells memudahkan isu ini, sehingga penggelaran makro masal tergabung dengan femtocell pada frekuensi yang lebih tinggi bekerja sempurna. Begitu juga, tidak ada alasan kenapa femtocells tidak dapat digunakan di band frekuensi yang lebih rendah yang tersedia.
Akhirnya, alternatifnya. Tentu saja ada pendekatan lainnya untuk FMC di luar jarak femtocell. Layanan dual-mode tersedia di beberapa handset baru untuk hand off call di rumah; ini kemudian dibackhaul lewat DSL ke core dari Mobile. Isu penting adalah bahwa layanan ini memaksakan pengguna untuk memilih dari sedikit pilihan handset yang cocok yang biasanya baterenya tidak bertahan lama, dibanding dimana lebih dari sepertiga populasi dunia mempunyai telepon yang bisa digunakan untuk femtocell.
Lalu apa berikutnya ? vendor femtocell sekarang ini sedang sibuk membangun lingkungan layanan ke perangkat yang memampukan operator dan pengembang pihak ketiga untuk menciptakan layanan yang lebih murah dari segi keuntungan, jangkauan bandwith yang tinggi di rumah dan kemampuan handset untuk menjadi bagian dari jaringan rumah.
Femtocell mewakili kesempatan yang luas dari industri mobile dan menyediakan layanan ke pelanggan dimana permintaan yang tidak terungkap sudah ada. Konsep dari perpindahan operator jaringan radio ke pelanggan rumahan merubah pemikiran akan selular tradisional di kepala mereka. Hingga kini pernyataan yang menekan semua keuntungan untuk pelanggan dan operator bahwa permintaan tersebut tidaklah dapat ditolak. Mungkin ada tantangan di depan, tetapi tidak ada dari satupun itu dapat diatasi.
Disarikan dari Majalah Mobile Communication International oleh Simon Saunders.

Tuesday, February 24, 2009

Manajemen Risiko (TI)

1. Pengertian Risiko


Menurut National Institute of Standards and Technology (2002:1), Risk is the net negative impact of the exercise of a vulnerability, considering both the probability and the impact of occurence. Risiko adalah dampak negatif dari adanya kerentanan, berdasar pertimbangan baik probabilitas maupun dampak kejadian.



Analisa keamanan risiko dan manajemen risiko perlu diperhitungkan sebagai elemen terpadu dari rencana bisnis organisasi Thomas (dalam Abdullah, 2006:30). Tingkat keamanan di tiap organisasi harus proporsional terhadap risiko. Manajemen risiko adalah proses dari mengidentifikasi risiko, menilai risiko dan mengambil langkah untuk mengurangi risiko hingga ke level yang bisa diterima.



Definisi perbandingan risiko berdasarkan atas perbedaan budaya, bisnis dan lingkungan (Wei, Frinke, Cartert & Ritter, 2001:1). Terkait dengan dunia keamanan informasi, risiko digambarkan sebagai probabilitas yang perantara ancaman (sebabkan) akan mengkesploitasi kelemahan sistem untuk menciptakan kehilangan dari confidentiality, integrity dan availability dari asset ( Carrol, 1996:459)



Konsep berikut yang didapat dari definisi dari risiko membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Ancaman dapat didefinisikan sebagai tiap orang atau benda yang membahayakan untuk asset (Whitman & Mattord, 2004:43) . Vulnarebility adalah kelemahan, kekurangan, lubang atau apapun yang mungkin dieksploitasi oleh ancaman yang kemudian akan menghasilkan kerusakan (Broder, 1984:4;Stephenson, 2004:17). Availability adalah persyaratan yang membuat pengguna yang terautorisasi melanjutkan akses ke informasi dan sumber daya sistem (Bace,2000:29). Confidentiality dari informasi adalah jaminan informasi bersifat dapat diakses oleh orang yang terautosiasi untuk melihatnya (Mash,2002:11). Integrity adalah jaminan pesan tidak mengalami perubahan apapun selama dalam pemancaran, baik secara bebas atau karena kesalahan pemancaran (Stanley, 2002:58). Asset adalah sesuatu yang bisa diukur atau tidak bisa diuksur dan bernilai bagi organisasi (Nosworthy, 2000:599; Josang, Bradley (Knapskog, 2004:63).









2. Pentingnya Pengelolaan Risiko





Memahami dan mengelola risiko keamanan TI adalah sesuatu yang penting untuk melindungi sumber daya organisasi (Gilliam, 2004:296). Mengelola risiko menjadi sangat penting dan menjadi pusat dari peraturan tertentu bahkan peraturan pemerintahan (Deloitte & Touche, 2003:8) dibuat untuk menyelenggarakan mekanisme untuk mengelola risiko.



3. Pengertian Manajemen Risiko



Manajemen risiko TI dianggap sebagai peringkat 10 teratas dari prioritas kekal untuk bisnis dan teknologi CIOs (Hunter & Aron,2005:2). Istilah manajemen risiko terdiri atas beberapa definisi sebagai berikut :



Manajemen risiko (Noshworthy, 2000:600), adalah identifikasi dari ancaman dan implementasi dari pengukuran yang ditujukan pada mengurangi kejadian ancaman tersebut dan menimalisasi setiap kerusakan”. ”Analisa risiko dan pengontrolan risiko membentuk dasar manajemen risiko dimana pengontrolan risiko adalah aplikasi dari pengelolaan yang cocok untuk memperoleh keseimbangan antara keamanan, penggunaan dan biaya



implementation of measures aimed at reducing the likelihood of those threats occurring and minimising any damage if they do; Risk analysis and risk control form the basis of risk management where risk control is the application of suitable controls to gain a balance between security, usability and cost.



Menurut NIST (Stoneburner et al.,2001:E-2), manajemen risiko adalah proses dari ”mengidentifikasi, mengontrol dan meringankan sistem informasi terkait risiko” dan melingkupi pengkajian risiko, analisa manfaat biaya, dan pemilihan, implementasi, pengetesan dan evaluasi keamanan dari usaha perlindungan”. Kajian sistem ini harus memperhatikan ” efektifitas dan efisiensi keduanya, baik dampak pada misi dan batasan terkait dengan kebijakan, peraturan dan hukum.”

controlling and mitigating information sysytem related risks; encompasses risk assesment; cost-benefit analysis; implementation, test and security evalution of safeguards



Manajemen risiko memerlukan alokasi sumber daya terbatas untuk ”meringankan risiko, memindahkan risiko atau memulihkan dari kejadian risiko” (Lewis&Davis, 2004:183).

mitigate risks, transfer risks or recover from risk events.

”manajemen risiko harus menjadi aktifitas yang terus menerus yang termasuk fase untuk mengkaji risiko, mengimplementasikan kesadaran promosi kelola dan mengawasi efektifitas”(Paul,2000:122)

ongoing activity; assesing risk; implementing controls; promoting awareness; monitoring effectiveness



Berdasarkan beberapa definisi , paduan definisi dari manajemen risiko diformulasikan sebagai berikut:

Analisa risiko adalah suatu aktifitas untuk mendukung manajemen risiko, dimana manajemen risiko adalah proses terus menerus dari perencanaan, implementasi, promosi kesadaran dan pengawasan dari pengukuran keamanan yang berjalan untuk meringankan, memindahkan, menghilangkan atau mengontrol risiko hingga ke tingkat yang bisa diterima.







4. Tujuan Manajemen Risiko



Beberapa tujuan/sasaran dari proses manajemen risiko adalah sebagai berikut :

Tujuan manajemen risiko adalah mengurangi pembukaan bisnis dengan menyeimbangkan tindakan balasan investasi terhadap risiko (Birch & McEvoy,1992:45) .

reduce business exposure by balancing countermeasures investment against risk.



Tujuan manajemen risiko adalah meminimalisir harapan dari kerugian (Suh & Han, 2003:150)

to minimise the expected loss



Tujuan akhir manajemen risiko adalah ”memilih pengukuran peringanan risiko, pemindahan risiko dan pemulihan risiko untuk mengoptimalkan kinerja organisasi” (Jacobson,2002:1)

select risk mitigation, risk transfer and risk recovery measures so as to optimise the performance of an organisation.



Berdasarkan pemaparan diatas, tujuan manajemen risiko adalah :

Tujuan dari manajemen risiko adalah implementasi dari pengukuran atas peringanan risiko, pemindahan risiko dan pemulihan risiko untuk mengurangi pengungkapan bisnis dengan menyeimbangkan tindakan balasan investasi melawan risiko.


5. Dimensi Manajemen Risiko


Manajemen risiko (NIST, 2002:4) mencakup tiga proses : (1) penilaian risiko, (2) pengalihan risiko dan (3) evalusi serta penilaian. Proses penilaian risiko mencakup identifikasi dan evaluasi dari risiko dan dampak risiko, dan rekomendasi dari pengukuran pengurangan risiko. Proses pengalihan risiko mengacu pada pengukuran pengurangan risiko yang sesuai rekomendasi dari proses penilaian risiko. Proses evaluasi yang bersifat terus menerus adalah kunci dari implementasi sebuah program manajemen risiko yang berhasil.

Thursday, December 21, 2006

Resolusi Dini (Sebuah Harapan ...)




Blog ...

Cav mau cerita soal apa yang diplanning-in belakangan hari ini. Alhamdulillah setelah pikar - pikir Cav sampai di keputusan untuk memilah - milih antara UMB dan UBL. Walau sebenernya harga di UMB agak lebih mahal, tapi Cav belum sempet tuh buat ke "Lab Asal" dan bertanya - tanya harga studi. Kemaren juga sempet konsultasi sama Mr.Asen dan dia menyarankan kembali ke Lab Asal. Memang jalur yang diambil inipun sebenernya agak nyebrang karena beda banget sama yang kemaren ditekuni. Tapi tekad dah kuat di hati dan Insya Alloh maju terus (Semangat !!! kata ..Htinya Cav).

Pernikahan juga sebenernya hal yang Cav pertimbangkan, jika memang Alloh mengijinkan dan memudahkannya tahun depan. Cav bukannya mau ikut - ikutan temen Ber-Enam yang dah duluan akhir tahun ini dan awal tahun depan, tapi inilah saatnya menentukan jalan hidup dan berani lebih bertanggung jawab. Walau hal yang baru Cav jalani belum terlalu memberikan petunjuk, Cav harap semuanya dimudahkan (semua yang kita jalani maksudnya ..Hti). Dalam hati ini selalu optimis Alloh membantu memudahkan , melancarkan dan sudah menentukan.

Semoga Resolusi Dini ini bukanlah bentuk arogansi mahluk hina ... Ya Alloh

Tuesday, December 12, 2006

Perhatian dan Ikut Campur Beda Tipis


Annyeong-haseyo ...

Sebuah judul yang sangat aneh ???. Sebenernya sebuah pelajaran baru untuk Cav, untuk tidak terlalu mau tahu urusan orang (walau sebenernya proses mau tahu ini disebabkan karena kita diberitahu orang lain). Saat dua orang memasuki tipe hubungan serius (komitmen atau lebih lagi menikah) maka sifat proteksi untuk pasangannya menjadi lebih ketat. Satu hal wajar karena disini akan terlihat proses pendewasaan masing - masing diri untuk memahami menggunakan dirinya sendiri. Nah loh memahami menggunakan dirinya ??? Dia akan memaksa atau kadang tak sengaja menempatkan pasangannya sebagai dirinya, sehingga habit atau tingkah laku sehari - harinya diaplikasikan langsung di pasangannya. Proses ini akan semakin rumit bilamana mendekati hari 'H' dimana kedua insan bercinta ini (taelahhh - Cav) akan hanya membicarakan soal acara pernikahan saja.

Lalu sifat over protektif ini akan berkembang menjadi sifat saling kritik. Dan bila dari dasarnya seseorang mempunyai sifat tidak mau dikritik (atau terpaksa menerima kritik demi saran pasangannya) maka hal ini akan menjadi masalah besar. Ah prinsipnya ...

Ya Alloh Ya Robb ...
Mudahkan semua urusan Cav dan temen - temen
Yang bentar lagi istrinya melahirkan mudah - mudahan ibu dan bayinya sehat
Yang baru menikah semoga dimudahkan pembinaan keluarganya
Yang akan menikah sebentar lagi dimudahkan prosesnya
Yang niat menikah tahun depan dilancarkan jalannya (mau ... mau ... mau ...)
Yang sedang pacaran diingatkan batas2nya
Yang masih berjuang semoga dikasi semangat berjuang



Monday, November 27, 2006

MMQ 27 November 2006


Tema : Sifat Alloh At - Tawwa

- Sesungguhnya tiada ketenangan kecuali orang yang diampuni Alloh
- Didalam setiap maksiat yang memuaskan sesungguhnya hanya nafsu
- Ingat , maksiat bisa dosa yang tampak juga bisa yang tak tampak (sombong, riya, merasa soleh)

At - Tawwab
Makna : kembali
- Menurut Imam Al-Ghazali, dalam setiap taubat manusia ada diantara tawwab (taubat) Alloh
1) Taubat : Memberikan taufik
Alloh selalu menarik kita kembali
Makna Taufik : Bimbingan untuk berbuat amal
- Syarat Taubat Manusia :
a) Menyesal
Orang yang taubat takut dengan dosa
Penyesalan hingga tidak ada lintasan untuk berbuat lagi
b) Secara Eksplisit Minta Ampun
Doa Nabi Adam AS
"Robbanagh firlana dzunubana wa kafirlana syaiatina wa tawaffana ma'al abror"
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".

Doa Nabi Yunus
"LAA ILA HA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZ DZALIMIIN"
"Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."

c) harus ada tekad yang kuat tutup semua celah kembali pada dosa
setiap dosa yang terjadi akan mengeraskan hati
d) harus minta maaf
berkait dengan manusia
- Bila ingin ditolong Alloh lakukan langkah berikut :
1) Tekad sangat kuat ; Minta pertolongan Alloh
2) Perbanyak taubat ; Berusaha bersih di pandangan Alloh
3) Jauhi Maksiat ; Tutup semua gerbang menujunya
4) Isi dengan tingkatkan taat
5) Tebarkan Manfaat ; Makin susah makin sering menolong orang

- Budayakan meminta maaf (anak - orangtua, suami - istri)
- Pemaaf sejati harus tercabut sampai akar - akarnya tidak mengungkit - ungkit
- Ingat, agar lebih mantap taubat bayar cepat dengan kebaikan
- 1 niat dosa tidak dicatat, melakukan dosa dicatat 1
- 1 niat kebaikan dicatat, melakukan kebaikan dibalas 10x lipat
- Menurut Ibn At Thailah ;
Dosa yang membuat taubat lebih baik dari taat yang membuat maksiat.
- Jangan pernah menunda taubat, karena kita tak kan tahu apa masih bisa hidup esok pagi
- Supaya dimaafkan orang lain, harus mau memberi maaf sebelum dimintai maaf
- Ciri pemaaf : mencabut sampai ke akar - akarnya
- Hidup tak bisa bahagia tanpa tanpa pertolongan Alloh
- Yang membuat tidak tenang adalah terhentinya kita kepada mahluk // dunia
- Kenapa kita gentar tidak mau diuji ?
Kita nyaman bila keadaan kita yang kurang tidak diketahui oleh orang lain
- Kita harus tunggu saat ujian agar punya cita - cita tinggi
- QS Al - Ankabut : 2
[29.2] Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
- Orang yang takut ujian yaitu yang jarang belajar
- Banyak ilmu diketahui setelah diuji

*Dicatat ulang setelah tugas PE Switchover SDP oleh Cavalera Nugroho*




Tuesday, September 12, 2006

Paham Islam Yang Berkembang

Setelah ikut kajian sana - sini akhirnya ada sedikit kesimpulan ...

MENGGABUNG KUTUB DUALISME, BISAKAH ??!!
Oleh : Yusdeka



Beberapa waktu lalu, saya dan beberapa rekan pernah membicarakan masalah
takdir. Tapi saat itu pembicaraan juga ditakdirkan untuk tidak tuntas.

Kemudian jarum wacana bergerak sampai ke INUL yang bisa dimuarakan kepada
"teknik melihat" sehingga persoalan si "ujang" bisa terkendali sehingga
tidak menjadi penting lagi.

Sayup-sayup dikekinian waktu "Ulil and his gang" tertatih tatih mengusung
bendera Liberalisme, yang sebenarnya bukan barang baru, menghadapi
"kemapanan bermasalah" yang sudah berusia "ribuan tahun", yaitu bendera
konservativisme atau sempat juga di cap sebagai radikalisme/
fundamentalisme. He he he... sebenarnya mereka tidak sadar saja bahwa
mereka sebenarnya sedang dikotak-kotakkan oleh "pemain lain nun jauh di
sana yang sungguh canggih".

Liberalisme
Secara ringkas liberalisme, mencoba untuk melihat bahwa Islam itu merupakan
sebuah spirit dalam kehidupan global, berbangsa, malah sampai ke
kemasyarakatan. Mereka tidak segan-segan mereinterpretasi kemapanan
pemahaman keagamaan yang sudah berusia ribuan tahun. Karena kaum
liberalisme ini melihat bahwa kemapanan itu ternyata bermasalah dan tidak
mampu menghadapi kekinian, walau hanya sekedar kekinian sosial budaya.
Apalagi dalam menghadapi kekinian teknologi, politik, globalisasi,
modernisasi, dll. Mereka "melihat" bahwa kemapanan itu sangat bermasalah
dan tidak cukup akomodatif. Dan pengusung liberalisme mencoba meracik obat
penyembuhnya dalam bentuk REINTERPRETASI tekstual keislaman. Tapi disini
perlu muncul kekhawatiran bahwa liberalisme mencoba MENDESAKRALISASI
hukum-hukum sehingga mereka menganggap hukum-hukum "masa lalu" itu sudah
tidak relevan lagi untuk saat ini. Kalau begitu pegangan yang mereka
sakralkan saat ini tinggal APA ??.

Konservativisme
Di kutub kemapanan konservativisme, bertengger PERSEPSI bahwa Allah dan
Rasulnya tidak meninggalkan sedikitpun celah dan kealpaan dalam teks Al
Qur'an ataupun hadits, sehingga tekstual Al Qur'an dan hadist itu mereka
anggap pasti sanggup mengatasi persoalan-persoalan kekinian umat. Ada
kecenderungan di kelompok ini untuk mengagungkan masa lampau (masa
kenabian) dan berusaha menyeret masa sekarang menuju masa lampau itu.
Kelompok ini rindu nostalgia, sehingga mati-matian mereka mencontoh
perilaku "FISIK" Rasulullah dan sahabatnya dalam keseharian. Dalam
beribadahpun kelompok ini sangat memelihara "ATRIBUT FISIK" agar sesuai
dengan contoh Nabi (walau referensinya hanya didapatkan lewat
tulisan-tulisan)

, sedangkan bidang 'ROHANIAH-nya" kelompok ini sangat
keteter dan terkesan takut-takut, atau malah takut benaran. Karena dalam
bidang ibadah ini ada kata sakti BID'AH. Kata bid'ah ini benar-benar
bertuah, sampai-sampai mereka takut ngapa-ngapain tak terkecuali di
bidang-bidang lain, takut neraka soalnya.

Rusydian
Di posisi yang berdekatan dengan dualisme "mahzab" di atas, dalam
menghadapi celah kehidupan ini telah sejak lama muncul juga pemikiran
bercorak RASIONALITAS. Semua mau dirasionalkan, mau diserba-otakkan, di
gatukkan, DILOGIKAKAN. Pengusung motor rasionalitas ini adalah kelompok
MU'TAZILAH atau kalau dikelompokkan menurut orangnya bisa disebut kelompok
berfikir RUSYDIAN yang diambil dari nama Ibnu Rusydi. Salah satu
"sumbangan" berarti dari kelompok ini pada saat berkuasa adalah lahirnya
ilmu pengetahuan baru yang nantinya ternyata menjadi salah satu cikal bakal
revolusi industri di barat sana. Kelompok ini benar-benar bereksplorasi
dengan kemampuan otak mereka. Landasan mereka juga kuat sekali, salah
satunya:

"Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri
yang merubahnya (al ayat)".

Dalam perjalanannya, kelompok Mu'tazilah ini memunculkan nama-nama besar
dalam ilmu pengetahuan, kedokteran, matematik, dsb. Hasil dari rasionalitas
inilah yang saat ini dengan sangat manis dinikmati oleh negara-negara
Eropa, Amerika, Cina, Jepang, bahkan Komunis sekalipun.

Mereka yang rasional ini tidak punya rasa takut atau terhambat sedikitpun
dalam berfikir dan berfikir, karena Allah sendiri sudah melegalisasinya.
Artinya kalau HANYA berpatokan dengan ayat diatas, maka terlihat bahwa
Allah menyerahkan secara total kepada kita tentang mau kemana kita akan
membawa diri kita. Allah seakan berkata: "MAU-MAUMULAH, AKU NGGAK IKUT-IKUT
LHO". Mereka ikuti anjuran itu. Ehh.. ternyata betul tuh ayat. Mereka aktif
sekali dalam kegiatan penemuan demi penemuan. Bahkan untuk hancur-hancuran
pun mereka mau melaksanakannya. Huh... karepmulah...?.

Mereka bebas saja, liberal. Tapi masih syukur bahwa kelompok Rusdian dulu
itu masih punya dasar ke-TUHAN-an, artinya masih punya landasan yang memang
SEHARUSNYA begitu. Mereka ketemu dari hasil pencarian mereka:

"Rabbana ma khalaqta hadza bathila subhaanaka faqinaa 'adzabannaar,
...Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia.
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."

Gazhalian
Di tengah perjalanan ternyata ada yang merasa "dinomorduakan", yaitu
kelompok pemikiran yang bercorak FATALISTIK. Kelompok ini terkaget-kaget
dengan pencapaian kaum rasionalis. Konon kabarnya motor penggerak kelompok
ini adalah AL GAZHALI. Karakterisitiknya antara lain bahwa mereka tidak
mampu mengimbangi kecepatan pemikiran rasionalitas. Disamping itu capaian
otak mereka nggak sanggup mencerna meloncatnya pemikiran-pemikiran
rasionalitas melampaui zamannya. Lalu mereka mulai menciptakan barier dan
batas-batas yang dibuat sedemikian rupa sehingga lambat laun "melanyau"
(melindas) laju rasionalitas sehingga rasionalitas menjadi mandeg. Pintu
ijtihad ditutup habis. Akhirnya mereka duduk termangu menunggu "HIDAYAH",
petunjuk, pertolongan dari Allah. Alasan mereka juga sangat kuat, salah
satunya:

"...tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi
petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya... (An Nahl 93)".

Di ayat ini, ALLAH memperlihatkan kekuatan-Nya, bahwa kau itu manusia
nggak bisa ngapa-ngapain. Semua kejadian yang menimpa kamu itu karep-Ku
sendiri. Nggak ada sedikitpun usaha kamu berpengaruh kepada keputusan-Ku.

Ehh..... ayat ini lalu membuat kelompok fatalis ini putus asa, merasa
memble. "Ya sudah....., mari kita berdo'a saja, mumpung ada landasan
ayatnya", mereka membatin. Disamping itu mereka juga sudah merasa terdesak
(iri ??) dengan kemegahan duniawi kelompok rasionalis.

Lalu terjadilah pilin-berpilin, jatuh menjatuhkan, bunuh-bunuhan. Siapa
yang berkuasa, maka dia akan menggusur paksa lawan-lawannya. Tak disadari,
karena hati sudah buta, sehingga ilmu pengetahuan yang sudah cukup baik
saat itu dengan melenggang kangkung terbang kepihak "barat". Cantiknya
adalah, pihak barat hanya meninggalkan kitab sastra, kitab bahasa, kitab
apa saja yang bisa membuat orang Islam menjadi JUMUD dan gontok-gontokan.
Yang terjadi terjadilah......

Cilakanya juga, pihak barat HANYA mengambil PENGETAHUANNYA SAJA, sedangkan
landasan hakikinya yaitu TUHAN, tidak mereka bawa sekaligus. Karena mereka
memang sebelumnya sudah mengalami kejadian buruk akibat pertentangan agama
(baca gereja) dengan pengetahuan. Mereka trauma dengan kemandegan
pengetahuan gara-gara doktrin gereja. Sehingga mereka nggak mau mengusung
ketuhanan yang merupakan landasan berpijak atau asal muasal rasionalitas.
Dikira oleh mereka kejadian yang sama dengan gereja dulu akan berulang
kembali.
Liberalisme belum teruji. Konservativisme/fundamentalisme membuat umat
berjalan mundur kayak undur-undur (tapi undur-undur walaupun mundur masih
mengarah maju ke arah tujuannya).

"Rasionalitas terpangkas" ala barat juga bermasalah. Fatalistik gaya "
pasrahan wong jowo (he 3x maaf kalau ada yang tersinggung)" juga digulung
zaman.

Apalagi atuh........ yang bisa diikuti ???.
Lalu apakah berpikir Rusydian, atau Gazhalian itu salah ....?
Lalu posisi yang mengklaim diri sebagai pengusung bendera "pemurnian ajaran
Islam" abad-abad belakangan ini misalnya wahabi, salafi, dan sejenisnya
dimana ??
Walisongo itu di posisi mana ???.
Lalu posisi kelompok tasawuf (disini Syiah bisa masuk kelompok ini, itu
menurut saya, kalau nggak setuju boleh saja) yang sudah berusia ribuan
tahun dimana?.
Apakah ijtihad dan pemikiran ulama-ulama Islam yang sudah berusia ribuan
tahun masih applicable untuk masa sekarang??.
Maunya Qur'an dan Sunnah itu bagaimana sih...?.

Nanti akan kita lihat..., SEDERHANA amat........

Dari artikel yang lalu sebenarnya kutub pemikiran dan kegiatan keislaman
itu bisa disederhanakan menjadi 2 induk besar. Yaitu kutub aktivitas
Liberalisme vs kutub aktivitas Konservativisme/Fundamentalisme, atau kutub
pemikiran Rasionalisme vs kutub pemikiran Fatalisme.

Sedangkan aktual dilapangan sungguh banyak pecahan masing-masing sisi kutub
ini. Kelompok wahabi, salafi disatu pihak, dan kelompok tasawuf (termasuk
syiah) dipihak lain, sebenarnya berada pada satu sisi yang sama, yaitu
fundamentalisme atau fatalisme. Karena kelompok-kelompok ini begitu kuat
menganut pemurnian tradisi dan sedikit punya keberanian untuk berfikir
bebas. Kurun waktu kelompok ini masuk ke Indonesia sebenarnya lebih
kemudian (si bungsu) dari pada kelompok pedagang dan "wali-wali".

Kalau diperhatikan kiprah Wali Songo, maka saya memberanikan diri untuk
memasukkan Wali Songo ini ke kelompok konservatif yang liberalis, karena
mereka tidak segan-segan membaurkan kebudayaan lokal dengan ajaran Islam
yang mereka bawa. Mereka menginginkan perubahan kepercayaan di masyarakat,
tapi mereka juga tidak takut-takut bereksperimen untuk mengawinkan ajaran
yang di bawa dengan budaya lokal. Sehingga masyarakat saat itu
"berbondong-bondong" bisa menerima apa yang mereka "pasarkan". Andaikan
saat itu Wali Songo memakai metoda konservativisme murni, saya tidak yakin
bahwa penyebaran Islam akan bisa begitu meluas seperti yang bisa kita
rasakan saat ini. Sekarang saja gaya konservativisme/ fundamentalis ini
sudah terseok-seok, bahkan harus tiarap dulu.
Nah baru sekarang, mari kita bahas "sedikit" apakah masing-masing kutub itu
salah atau benar.

Ulil and his gang, termasuk Nurcholis Majid, yang mengusung pemikiran
Liberal sebenarnya wajar-wajar saja. Kekecewaannya terhadap ke-jumud-an
pemikiran keislaman hampir sama dengan saya, tapi ada bedanya. Nanti akan
kelihatan bedanya. Saya senang dengan cengegesan dia di TV menghadapi
"ketegangan" wajah dan suara penentangnya. Cuma sayang Ulil hanya bermain
di logika agar Islam di redefinisi, karena sudah tidak sesuai dengan
kompleksitas di masyarakat yang semakin besar. Kalau hanya main di logika
maka dia akan dihadapi oleh gelombang besar logika yang sudah berusia
ribuan tahun lalu. Dan ini sudah dan sedang terjadi. Abu Sangkan and his
gang berada dimana ??. Nanti ketemu.

Dilain sisi kelompok Konservative/Fundamentalis yang mati-matian
mempertahankan prinsipnya. Saya kutip ulang tulisan saya:

" PERSEPSI bahwa Allah dan Rasulnya tidak meninggalkan sedikitpun
celah dan kealpaan dalam teks Al Qur’an ataupun hadis, sehingga
tekstual Al Qur’an dan hadist itu mereka anggap pasti sanggup
mengatasi persoalan-persoalan kekinian umat".

Sebenarnya kutipan itu SUDAH BETUL dan sesuai dengan apa yang saya yakini
juga. Bahwa Allah dan Rasul Nya tidak alpa sedikitpun dalam membuat
perangkat agar umatnya tidak bermasalah dalam kehidupan. Bahwa "kau"
manusia bebas saja melakukan apapun, mau beribadah silahkan, mau durhaka
silahkan, mau mandeg silahkan, mau maju silahkan. Mau rasionalis (kau
buatlah apa yang kamu inginkan agar kau merubah nasibmu sendiri) silahkan.
Mau mewakilkan (tawakkal) kepada-Ku silahkan nanti Ku-buatkan jalan keluar
masalah-masalahmu (makhraja). Mau ilmu pengetahuan silahkan eksplorasi
sesukamu, mau jadi kongkow-kongkow saja karepmulah. Apapun kerjamu dan
maumu, maka Al Qur’an dan sunnah akan menjawabnya dan membenarkannya.
Karena Al Qur’an adalah adalah kitab membenarkan yang benar dan menyalahkan
yang salah. Sedangkan Al Qur’an maha luas dan tak terbatas, yaitu ayat-ayat
Allah di alam semesta, silahkan kau lihat juga, karena kalau kau hanya
sekedar menghafal 6666 ayat tertulis, maka kau belum patuh sepenuhnya
kepada-Ku.

Sedikit (atau banyak ??) kekeliruan kelompok fundamentalis yang ada saat
ini adalah bahwa justru mereka sendiri yang membatasi ILMU Allah sebatas
yang tertulis saja. Mereka membatasi ILMU Allah sebatas apa yang bisa
mereka mengerti dan sampai kepada mereka saja. Cilakanya juga orang hukum
(fiqih), mau berbicara teknologi, berbicara manajemen. Kitab kuning, kitab
satra arab mau disandingkan dengan kompleksitas manusia, ya tertatih-tatih.

Apakah Rusdian dan Gazhalian ini bermasalah?, ya tidak bermasalah juga.
Yang bermasalah adalah pelanjut tradisinya. Gazhali mendapatkan dulu Dzauq
(rasa) bahagianya beribadah, lalu terbit bukunya beribu-ribu halaman.
Penerus tradisinya bertindak terbalik. Bukunya dulu yang dilahap, baru
meraba-raba dzauq-nya. Ya bingung. Sehingga tidak sedikit pengusungnya yang
terganggu jiwanya. Sedangkan Rusdian yang bercorak rasionalitas seakan-akan
mereka menjadi pemilik fungsi kekhalifahan di muka bumi, tapi karena
muaranya seringkali salah, maka ya nggak benar-benar juga.

Maunya Al Qur’an....itu...
Sebenarnya Al Qur’an sudah mengatakan bahwa kalau mau Allah bisa saja
membuat umat itu menjadi satu, tapi Allah menjadikan umat
berkelompok-kelompok supaya mereka saling kenal dan berkasih sayang.
Dualitas tadi sebenarnya hanya ibarat "dua muka koin" saja. Allah
menjadikan berpasangan-pasangan. Jika satu sisi saja maka itu bukan koin
namanya. Al Qur’an itu menginginkan umatnya agar meracik rasionalitas kamu
seiring dengan fatalitas penyerahan diri kamu (tawakkal kamu) kepada Tuhan.
Al Qur’an itu menginginkan kamu itu bebas sebebas bebasnya (liberal) dalam
usahamu mewujudkan fungsi kekhalifahanmu, sekaligus imbangi dengan
fundamentalisme ala Bilal dkk. Apapun yang terjadi dia hanya berkata "Ahad,
Ahad, Ahad", dan beliau maju terus. Kalau kau pegang hanya satu sisi saja,
maka sisi lainnya akan memberontak.
Bagaimana memanfaatkan dualitas "mata coin" ini menurut Al Qur’an dan
Sunnah ..?

"Menggabung Kutub Dualitas..." saya rasa sudah cukup panjang, tapi ringkas
dan ringan, yang kata seorang rekan saya terlalu berani, bablas angine...
He he he …. siapa takut ikut patrap kalau hanya sekedar dibilang sesat atau
pahlawan kesiangan.....

Dalam artikel terdahulu, saya hanya berusaha memotret apa yang ada dan
terjadi di masyarakat dari dulu sampai saat ini, ringan-ringan saja
sebenarnya. Karena yang njlimet adalah jatahnya para pakar lainnya
seperti..... ya... patrapis yang lainlah. Maka tanggapan dari patrapis
sendirilah yang akan membuktikan dan mengelompokkan bahwa "siapa masuk
kutub yang mana". He.. he.. he.. silahkan.

Nah sekarang mari kita lihat bagaimana maunya Al Qur’an terhadap keberadaan
kutub dualisme pemikiran maupun aktivitas dari potretan saya sebelumnya.
Mari kita ambil landasan qur'aninya:

Landasan -1, (L-1)
"...Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan
baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya
Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan
urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan
ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu". (At Thalaaq 2-3)

Landasan -1, (L-1)
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam
dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu)
orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi
(seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan
sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (Ali
Imran 190-191)

Landasan -2, (L-2)
"....Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka
mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah
menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat
menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia". (Ar
Ra'du 11)

Landasan - 3, (L-3)
"Orang-orang itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka
itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya". (Ali Imran 54)

Landasan -4, (L-4)
"...Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan
baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya
Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan
urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan
ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu". (At Thalaaq 2-3)

Menurut Aliran Tahu yang masuk ke saya, maka paling tidak kepada empat
landasan inilah dualisme kutub di atas bersandar.

Mari kita eksplorasi sedikit saja:

L-1 adalah pole berfikir secara RUSDIAN, artinya memulai dengan
logika-logika, tapi di akhir kalimat ada "rabbana makhalaqta... Subhanaka
...... Rusdian berproses: "kau amati, kau perhatikan, kau respons
logika-logika yang ada sampai kau temukan kekuasaan TUHAN atau ketemu
ALLAH. Jadi Rusdian melihat logika alam, logika fitrah, naturalnya, maka
ketemu "rabbana ....", ketemu Tuhan.

L-2 lebih ekstrim lagi, bahwa di dalam memberi kebebasan berfikir dan
bertindak kepada manusia "free will", Allah sampai-sampai "mundur". AKU
ingin mundur dari pemikiran mu, AKU nggak ingin terlibat, AKU gak
melok-melok. Disini Allah memberikan kebebasan otak kita untuk berfikir
(liberal), sehingga seolah-olah Tuhan ingin lepas tangan. Ini kan kalau
dilihat esensinya sama dengan berfikir ATHEIS sebenarnya. SAMA..... Jadi Al
Qur'an, memfasilitasi orang menjadi atheis. Allah nggak pernah atau nggak
perlu ikut-ikut dalam urusan saya, saya akan berfikiran salah atau tidak
terserah saya. Ini saya yang menentukan, saya mau maju atau mundur saya
sendiri yang menentukan.

TAPI...... kemudian ALLAH baru memperingatkan, memberikan rambu-rambu juga
lewat (L-3) "wama karu wama karallahu wallahu khairul makirin", bahwa "kau
bikin training, kau bikin rencana, kau bikin makar, kau bikin
logika-logika, training AKU yang terbaik, rencana AKU yang terbaik, makar
AKU yang akan terlaksana". Inilah indahnya Al Qur'an, selalu ada
keseimbangan. Dalam Al Qur'an inilah fitrah manusia difasilitasi.....

Yang paling jarang dipakai orang adalah L-4: "Barang siapa yang mewakilkan
dirinya kepada ALLAH, maka Allah akan buatkan way out dari permasalahanmu,
Allah bikinkan logika-logikanya". Ayat L-4 ini diawali dengan nggak pakai
logika, nggak mikir. Tapi begitu kau wakilkan dirimu "tawakkal" kepada
Allah, maka kubuatkan logika-logika sebagai "makhraja" jalan keluar dari
persoalan-persoalanmu.

Bagaimana praktek dimasyarakat... tentang fasilitas untuk manusia yang
telah dibuka Al Qur'an ini.?

Praktek di masyarakat terlihat bahwa kita banyak ketimpangan dalam
menyikapi dua kutub diatas. Ada orang yang memposisikan dirinya hanya di
satu sisi saja. Misalnya ada yang berkutat dengan logika-logika seperti si
Ulil, ada juga sebaliknya nggak mikir apa-apa dan mencukupkan
tulisan-tulisan atau informasi yang masuk ke otaknya saja. Bahkan tidak
jarang ada yang mengusung pemikiran yang sudah out of date sebenarnya.

Kalau hanya berada disatu sisi saja, maka namanya nggak sempurna, tidak
KAFFAH. Kalau begitu apakah salah kalau hanya mengusung satu sisi saja..?.
Ya ndak salah juga, cuma kelirunya adalah kenapa menutup diri untuk menjadi
sempurna.

Nah maunya Al Qur'an itu sederhana sekali:
Gunakan lah logika mu sepuasnya sehingga ketemu way out, akan tetapi harus
ketemu Tuhan juga dalam perjalananmu. Atau ketemu Tuhan dulu dan mewakilkan
apa saja kepada-Nya, lalu ketemu juga logika-logika, way out-nya.
Artinya, ya.... rasionalitas dan fatalistik harus berjalan bersama pada
diri pribadi-pribadi.

Ya.... Liberalisme dan fundamentalisme harus seiring pada keseharian kita.
Hasilnya...apa?. Ya sama-sama logika, way out, solusi.

Saat anda mengaku dekat dengan Tuhan, maka coba tengok apakah ada muncul
logika-logika. Tapi syaratnya logika itu tidak ABSURD. Kalau absurd maka
namanya Gendeng Pamungkas. Tinggalin saja. Atau saat engkau memainkan
logika, maka apakah kau ketemu Tuhan juga....

Makanya kalau kita mempunyai latar belakang yang berbeda, lalu
masing-masing KEKEH dengan egonya sendiri, maka beginilah jadinya. Yang
terjadi terjadilah. Pasti pertentangan.

Qadariyah vs Jabariyah. Rasionalitas vs Fundamentalis. Jangankan antar
kedua sisi yang berbeda itu, kelompok yang notabene berada pada sisi yang
sama (sama fundamentalsinya) juga terjadi pertentangan. Misalnya antara
Ahlussunah vs Syi'ah. Keduanya saling mengacungkan telunjuk, saling
menyalahkan, saling menyesatkan. Bahkan tidak jarang saling mengkafirkan.
Karena memang tidak ada lagi rasanya kata-kata yang lebih dahsyat dari kata
KAFIR dan SESAT ini. Kalau dua kata ini sudah nggak mempan, maka biasanya
muncul tindakan fisik, "perintah bunuh" misalnya.

Maka mereka yang saling bertentangan itu menguntai hari-hari mereka dengan
BERKUAH DARAH. Bunuh-bunuhanlah sesukamu, seperti yang baru saja terjadi di
Paskistan (kalau benar). Duh kasihan sekali sebenarnya.

Nah menggabung kutub dualisme inilah yang di usung oleh Abu Sangkan. He 10
x... promosi nih ceritanya. Jika Ulil yang masih asyik dengan logikanya
lalu di "ketemukan" dengan ke-Tuhan-an, spiritualitas, maka berkibarlah
dia. Fundamentalis sekaligus liberalis, "top dah". Amerika di kenalkan
kepada Allah, maka selesai sudah keributan dunia. Wong jowo di tarok di
Eropah, maka fitrahlah dia.

Bagaimana caranya Abu Sangkan menggabung dualitas itu ......?

Qadariyah dan Jabariyah atau "sempalan" keduanya secara masing-masing saja
sudah difasilitasi oleh Al Qur'an. Apalagi kalau kedua-duanya disandingkan
sekaligus, maka akan lebih kaffah lagi pemahaman Al Qur'an itu. Akan tetapi
menyatukannya ini PASTI SULIT. Karena perselisihan keduanya sudah berusia
ratusan tahun.

Bagaimana menggabung Rusdian lalu Gazhalian?.

Kira-kira begini: Ketika Allah berbicara kepada fikiran kita, kepada apa
yang bisa kita fikirkan, maka habiskan saja fikiran itu seolah-olah Tuhan
tidak ikut-ikut sampai kau temukan logika atau way out-nya. Nah kalau kamu
mandeg, nggak ada filenya di otakmu, maka jangan bingung-bingung.
"Naikkanlah" ke Allah, kembalikan ke Allah, TAWAKKAL, wakilkan dirimu ke
Allah. Lalu iqra "perhatikan, baca, dengarkan" apakah ada logika-logika
baru atau makhraja yang muncul. Lalu "respons" iqra itu dengan berfikir
habis kembali...... Kalau mandeg lagi..... naikkan lagi......dst..
Prakteknya ya ke Al Hambra....

Kalau tidak muncul, maka sepatutnya anda merasa khawatir atas kualitas
tawakkalmu. Karena Al Qur'an menjamin bahwa way out itu pasti keluar kalau
kita tawakkal kepada Allah. Atau ada kemungkinan lain bahwa ayat Al Qur'an
tentang itu yang bohong. PILIH MANA ???

Akan tetapi kadang-kadang bisa juga prosesnya menjadi terbalik. Gazhalian
dulu baru Rusdian. Ada orang karena proses keterwakilannya kepada Allah
sudah sedemikian tinggi, setiap saat dia menjadi "bayi", maka lalu keluar
juga logika atau way out. Kadangkala logika yang muncul melompat ke depan
melampaui kekinian peristiwa. Misalnya begini. Beberapa BULAN sebelum Gus
Dur jadi presiden ada teman kami yang mengatakan: "Gus Dur jadi presiden
nggak lama lagi". Teman-teman yang lain hanya tertawa saja. Karena walau
di-gatuk-kan dengan logika apapun nggak bakal kena kalau orang seperti Gus
Dur bisa jadi presiden. Tapi sejarah lalu membuktikan bahwa saat mana
siapa-siapa nggak diterima rakyat jadi presiden, saat mana Megawati tidak
diterima karena alasan gender, saat Amin Rais tidak diterima karena
dianggap tidak matang, saat Habibi tidak diterima juga karena dianggap
kroni Soeharto, semua jalan menjadi buntu dan nyaris "berkuah darah" (he he )
saya senang istilah ini). Logika buntu. Akan tetapi, duuaaar... muncul
Gus Dur jadi presiden. Semua bisa menerima dan kebuntuan bisa dicairkan.

Dalam perjalanan waktu baru keluar logika-logika bahwa Gus Dur ternyata
hanya bertugas sebagai pemimpin "JEDA" saja yang bertugas meredakan
ketegangan yang ada. Buktinya begitu Gus Dur dilengserkan juga, maka semua
lalu bisa menerima Megawati jadi presiden tanpa berdarah-darah amat.
Sebelumnya perempuan difatwa haram menjadi presiden. Eh... akhirnya kan
diterima juga. Suka-sukamulah membuat fatwa. Masalah kemudian hari bahwa
Megawati juga hanya bersifat pemimpin "antara", akhirnya juga terbukti,
sehingga pasca Megawati, ternyata dengan mulus muncullah SBY yang tidak
terduga sama sekali dalam percaturan perpolitikan.

Contoh real yang lebih hebat adalah saat Rasulullah diberi tahu dalam Al
Qur'an: "Ghulibaturruum..., sudah dihancurkan Romawi..". Padahal saat itu
Romawi masih jaya-jayanya, tetapi ayat itu mengatakan "sudah terjadi". Duh
luar biasa memang Rasulullah itu.

Akan tetapi perlu mendapatkan perhatian bahwa makhraja yang melampaui
kekinian peristiwa itu TIDAK bisa dijadikan generalisasi HUKUM.

Nah untuk sampai kepada tujuan penggabungan dualitas diatas, diperlukan
langkah-langkah, antara lain:

Anda harus sudah TIDAK punya hambatan atau halangan dengan perbedaan
pemahaman masalah-masalah fiqih, hukum, syariat. Silahkan jalani apa-apa
yang sesuai dengan yang anda percayai dan sukai. Tapi jangan anda
coba-coba "menggiring" orang lain agar sama dan sebangun dengan anda.
Jangan coba-coba menyeragamkan orang. Al Qur'an sendiri sudah menjamin
TIDAK akan bisa. Kalau anda masih punya keinginan untuak menyeragamkan
orang, maka itu namanya "BUANDEEEL....

Penghancuran paradigma berfikir yang ada dan sudah karatan karena sudah
berusia ribuan tahun. Dengan membaca tulisan ini secara tidak sadar
wacanais sebenarnya sedang mengalami pencucian otak untuk meninggalkan
paradigma lama (paradigma terkotak-kotak) menjadi paradigma baru
(paradigma fitrah, universal). Kalau anda terpengaruh, tersengat,
terkaget-kaget, kalang kabut tapi kehabisan kata-kata penyanggahan...?,
ya salah sendiri kenapa baca tulisan ini, berarti anda memang masih
berada dalam paradigma lama. Ah.. nggak terpengaruh tuh, enjoy saja saya
membacanya...?, maka bersyukurlah anda karena anda sudah berada dalam
paradigma baru itu, anda sudah tidak terkotak-kotak lagi.

Kalau masalah hukum, masalah pemahaman syariat yang berbeda-beda sudah
tidak menjadi penghalang lagi, maka baru kau bisa melangkah mengenali
Tuhan-mu sedemikian rupa sehingga anda benar-benar tidak bisa mengelak
lagi dari keterikatan "binding" kepada ALLAH saja. Sudahkan metoda yang
anda punya sekarang ini sesuai dengan ilmu yang ada pada anda kondisi
ini bisa tercapai..??. Kalau sudah syukurlah, jadilah anda rahmat bagi
alam semesta dan sesama. Abu Sangkan and his gang juga punya metoda.....

4. Setelah Tuhan ketemu (bukan kira-kira lagi, bukan mengawang-ngawang
lagi), lalu berpegang teguh kepada-Nya (binding), maka selanjutnya
TERSERAH ANDA. Jalani sajalah posisi (maqam) anda sesuai fitrah anda.
Kalau fitrahnya bisanya hanya sebagai OPERATOR, maka janganlah pikirkan
fitrahnya DIRUT (ini dalam pengertian yang luas lho, bukan hanya
perusahaan). Jalani saja dengan konsistensi yang tinggi. Tapi jangan
lupa naikkan kesadaran ke yang Maha Luas, be universal. Maka insyaalllah
rahmat Tuhan itu akan datang buat anda. Kalau tidak begitu maka
insyaallah siksa Tuhan yang akan anda rasakan.

Sekali lagi maunya Al Qur'an itu bagaimana:

"Al Qur'an menginginkan berfikir habislah seperti orang atheis sehingga
ketemu logika-logika , way out yang FITRAH, tapi sekaligus HARUS
menemukan TUHAN juga. Kalau hanya atheis saja, kan mereka TIDAK ketemu
Tuhan. Di akhir logika, si atheis, mereka hanya mengatakan "ma khalaqta
hadza bathila, O.... ini ada manfaatnya", mereka sampai disini saja.
Mereka nggak ketemu "rabbana...., Tuhan", dan mereka ndak ketemu juga
"subhanaka..., maha suci Engkau" .

Atau kalau engkau mulai hidupmu dengan TAWAKKAL, dekat dengan Tuhan,
artinya sudah ketemu Tuhan duluan, maka kemudian coba lihat keluar nggak
logika-logika (tapi syaratnya HARUS jauh dari ABSURDITAS), diberi nggak
way out atas masalah-masalah anda....Indah memang Al Qur'an itu.

Sekarang terserah anda, free will.............
HABIS...
Bagaimana fungsi IKHTIAR dalam rasionalis dan fatalis......?
Bagaimana dengan CINA......???

Ntar ini ketemu di topik lain

DEKA


Saturday, July 22, 2006

Syriana ...


Sabtu ini tuh emang saatnya istirahat,

Semalem Cav ada kerjaan sampe jam 2 an pagi, karena mutusin pulang ke rumah ya sud ke rumah Bejo dulu karena dah lama nggak kesana. Sebenernya nggak ada yg spesial yg dikerjain disana, cuma ngobrol - ngobrol soal rencana pernikahannya aja. Pas sebelum subuh Cav pulang ke rumah, tungguin subuh bentar baru tidur ... (gak menarik banget - Red). Sebenernya hari ini ada janji sama Dias dan Silver karena ada seorang sarjana sosial baru yg mau traktir kita - kita nonton. Tapi salah satu dari kita ada yg kena piket (makanya jangan komplain kalo sene piket - Red), akhirnya semua rencana gagal. Abis zuhur dah kenyang kayanya ma tidur, Cav mutusin nonton DVD 'Syriana'. Wah ini film mang buka ditonton buat hiburan, sebaiknya ya buat dibahas bareng temen - temen. Plotnya tuh tentang industri perminyakan di timur tengah. Isu utama yang diangkat tentang bagaimana pihak asing selama bertahun - tahun 'suck till dry' semua sumber daya dari negara penghasil minyak. Lalu ada intrik monarki kerajaan Arab yah biasalah tentang perebutan kekuasaaan dan sebagainya. Nah sebenarnya ada satu alur yg bagus juga, yaitu tentang Jihad. Ada tema jihad di film ini, dimana para pekerja imigran asal Pakistan yang bekerja di Arab dipecat secara massal. Alasannya klise yaitu mergernya perusahaan minyak satu dan lainnya (jadi inget bank swasta di Indonesia - Red). Lalu kesadaran mereka soal perjuangan melawan pihak barat dibangkitkan oleh sebuah organisasi yg notabene juga sebuah Madrasah. Yang menarik adalah senjata yg akan digunakan jihad ini disupply oleh CIA dan mereka juga sedang berusaha mendukung calon Emir yg setia pada Amerika. Si pemuda ini lalu merakit bom, meletakkanya pada sebuah kapal nelayan, dan menabrakan dirinya beserta bom tersebut ke kapal LNG perusahaan minyak merger diatas. Film ini memang mengambil setting timur tengah, maka nama daerah seperti Beirut, Saudi, Farsi atau nama organisasi seperti Hizbullah sering tertera. Yah, lumayan buat tontonan hari libur.

Quote from this movie :
Saat aku mati nanti taburkanlah debu 3 kali di atas mayatku, dan ucapkanlah "Aku tercipta dari debu dan aku akan kembali menjadi debu"

Friday, July 21, 2006

Seminggu Lebih Sehari ...


Alhamdulillah ...

Dah Seminggu lebih sehari Cav lulus sidang, perjuangan 5 tahun itu akhirnya hampir selesai. Cav sidang hari kamis 13/07/06 jam 11:00 siang, yang jadi penguji Pak Bandi sama Pak Tomo. Pas sidang itu juga didampingin sama Pak Mardi, nah ene dia pembimbing Cav yang selama hampir 3 bulanan memberi wejangan dan jurus sakti biar lulus dengan sempurna. Yang namanya Pak Mardi tuh aga aneh kalo ngasih bimbingan, kita harus selesaiin program sama bab 4 dulu. Waktu pengerjaannya tuh cuma 1 bulan setengah, sisanya baru selesaiin bab yang lain. Judul tugas akhir Cav "Aplikasi Video Chat berbasis CDMA 2000-1x EVDO", aplikasi ini Cav kembangin berdasarkan kenyataan kalo Cav kerja di salah satu operator CDMA. Walhasil, karena semua sistem udah Cav kenal sebelumnya makanya gak terlalu sulit mengembangkannya. Aplikasi ini hanya bisa digunakan oleh pelanggan Fren yang sudah terdaftar juga dengan pelanggan EVDO. EVDO adalah salah satu teknologi lebih lanjut dari CDMA dimana pelanggan dapat mengakses data dengan kecepatan 2,4 Mbps. Kembali ke soal sidang tadi, waktu mulai sidang Cav harus presentasi dulu. Pas presentasi Cav gak ngehabisin waktu yang dikasih, total waktu yg digunakan cuma 5 menitan. Akibatnya session tanya jawabnya jadi lebih panjang, tapi Alhamdulilah bisa dijalani dengan lumayan mulus. Waktu sidang juga ditemenin sama Dias; sobat Cav semenjak masa STM dulu, Silver; pacarnya Dias, sama Budi; nah ene orang tuh kenal cuma pas bimbingan TA tapi dia dah lulus sidang duluan. Ya udah setelah tanya jawab dimulailah demo program, demo dilakukan dengan bantuan temen - temen di kantor. Semua temen di divisi VAS/IN ikutan chat sama dosen - dosen penguji, kayanya suasana jadi antusias abis. Ada satu peristiwa menarik pas demo, waktu chat temen - temen kantor bilang "Ayo, Pak Dosen lulusin Cav ... dia kalo lulus nikah tuh" he he. Akhirnya saat deg-degan tiba juga, Cav harus nunggu 10 menit di luar. Pas dipanggil lagi ke dalem ruang sidang langsung disalamin ma penguji dan pembimbing, kata mereka "Selamat akhirnya anda bisa menikah setelah ini" he he. Cav langsung keluar ruangan ketemu ma temen - temen yg nemenin selama sidang dan juga Bro Yud yg juda dateng. Abis itu langsung telepon ke rumah bilang ma Mamah, telepon Mbah di rumah Adis, telepon Ukhti di kantornya... Alhamdulillah. Tapi Dias harus sidang jam 3 sorenya, jadi Cav pulang dulu ke rumah ketemu Mamah, cium Mamah dan bilang terima kasih. Pokoknya Cav bersuyukur banget sama Alloh buat semua karunia ini ... Ya Alloh Gusti Maturnuwun Sanget ...



Monday, May 15, 2006

Congratulate Fit...


Wuihh ... dateline dah dikit lagi neh.

Pas buka YM tadi pagi ada private message dari dosen pembimbing pak Mardi, bahwasanya semua mahasiswa bimbingannya harus demo program dan selesaikan bab 3. Alhamdulillah seh program Cav dah di atas 80 %, tapi Bab 3 nya sendiri ini belum selesai (Pusying,Lieur,Etc). Mudah - mudahan deh bisa selesai sebelum akhir minggu depan. Weekend kemaren (sabtu - minggu maksudnya -Red), Cav lumayan punya jadwal acara ketemuan ma temen - temen. Yang pasti malem minggunya Cav "KopDar" alias Kopi Darat sama temen - temen angkatan 6 yang pake 2 wheel, Klub motor yang namanya Six Bikers ini adalah salah satu wadah untuk angkatan kita supaya gak putus komunikasi. Nah minggu ini kita ge sebuk membahas penyewaan hosting untuk website angkatan yang mau kita kerjakan bersama. Udah getu kita makan sate di ApJay jl.panglima polim, dan semua acara rampung jam setengah satuan pagi. Selesai acara Cav gak pulang ke rumah tapi ke kos-an Unggul, soalnya ada Arry "dukun" yang mo ceritain konsep yang dia mau buat untuk acara When I'm 64-nya The Beatles di Nu Beat. Denger konsepnya yang mo datengin Abadi Soesman segala, membuat Cav yakin kalo Arry dah cukup gape ngurusin event organisasinya. Hari minggunya Cav janjian ma Unggul & May buat ke pernikahan Fitri & Bambang, Fitri ini temen STM dan juga temen kuliah. Nah kalo Cav maju buat skripsi sekarang, Fitri baru mau maju september besok. Ternyata ada sebabnya yaitu dia mo ngadain pernikahan dulu. Yah wajarlah untuk hubungan mereka berdua yang dah lebih dari 3 tahunan. Walhasil pas sampe tempat acara ketemu ma temen - temen angkatan 6 (Oh ya, Fitri kerja di salah satu operator GSM yang slogannya ... Dari XXXSel getu) ,kakak - kakak kelas, temen kuliah dan temen maen kalo kepepet (he he sori Qon). Alhamdulillah banget juga disana ketemu juga ma Esti, temen Cav ini kemaren kabarnya sakit dan dirawat. Gak tahunya dah beredar aja disini (Dasarrr... Nekat) padahal niatnya baru mo ditengokin sepulangnya kondangan. Pulangnya langsung balik ke rumah, masuk kamar, setel Aa Gym di TPI (Indahnya Hidup Bermusyawarah) terus molor sampe jam 5. Malemnya Cav janjian ma Putri (another temen STM...si Put-put) buat ketemuan di kantornya. Put-put ini baru aja buat koran hukum yang dikasih nama Meja Hijau, ngantornya di daerah ulujami jakarta selatan. Disana Cav diajak ke kantor redaksi, ngeliat Anes (kalo dia ini cowonya Put-put) lagi setting layout pake Page Marker (Susah men komentarnya buat Cav). Yah pokoknya weekend ini padet banget acaranya, dan mudah - mudahan semuanya bisa memberi kontribusi nilai positif buat Cav.

Tschus,

Mode : Harus begadang nanti malem ... Switchover SDP

Thursday, May 11, 2006

Sua Kamu Lagi Blog


Met ketemu lagi blog,

Dah lama gak ngisi blog ini karena segala kesibukan yang ada. Salah satunya yah Cav harus menyusun tugas akhir, Insya Alloh ga ada halangan deh biar Juli nanti bisa "mentas" di depan para juri "BL Idol". Yang satu lagi yah karena ada tugas tambahan di kantor dan kebetulan dititipin temen junior untuk kerja bareng (padahal Cav yang umurnya di bawah dia). Banyak juga seh yang sebenernya bisa diceritain di blog, cuma karena waktunya dah lewat takutnya Cav banyakan ngarangnya daripada faktualnya. Tapi tujuan yang paling deket sekarang ya TA itu tadi, dah tanggal segene tuh program baru jadi 70 % an itu juga konsultasi ma Bang Boriz yang gape di bidang perstreamingan. Oh ya, jadi inget pas mo buat TA ini, ceritanya Put-put ma boriz tuh temen STM Cav. Mereka berdua ngampus di UBiNus, dan saat tugas akhir mereka kemarin (di UBiNus TA boleh berdua) risetnya soal streaming CDMA. Pas pendaftaran TA kemaren di BL, Cav sebenernya ragu mo "mentas" apa nggak, tapi Bro Dias dengan segala intrik politiknya ngakajin barengan. Ya sud, jadilah petualangan ini dimulai, petualangan yang lumayan banyak aralnya. Tugas kantor ge banyak - banyaknya, kursus lagi ujian pula dan Cav masih sering keliaran maen ma temen - temen (ene seh alasan aja he he). Tapi ada seh para supporter buat nyelesain TA : Ada Ibu yang pengen banget Cav lulus tahun ini , Bapak yang selalu bilang "You Always Be My Champion" (halah ... jadi ge-er Pak) , Mbah Uti dengan impian foto abis wisuda, Bro Yud dan Sis Ayu "pokoknya loe lulus, hape kita baru" (rese benerr...), dan Ukhti yang selalu bilang "Tetep Semangat", yang ngingetin kalo bimbingan bareng sama puasa sunah senen - kemis, yang dengan senyum manis smsnya mengabarkan kegiatan di kota seberang sana, mudah - mudahan ya Ukhti aku bisa lulus sidang besok. Yah Cav nggak tahu apa yang terjadi besok mudah - mudahanTA lancar, rejeki berkah , dan cinta bersemi indah.


Dari Meja Lt. 2 Cyber Mampang,

Mode : Abis keujanan ge pengen banget ketemu ...

Monday, January 30, 2006

Day 2. Go to Semarang


Day 2, Bandung 30/01/06 15:48

Hari ini, hari kedua di kota bandung, dan berarti pula hari pertama Cav kerja di kantor cabang bandung. Untungnya banyak kenal rekan – rekan disini jadinya gak getu canggung kalo mo kerja, hal yang agak lain pastinya di Semarang. Tadi Cav di telepon temen dan dia bilang baru lihat di TV kalo stasiun tawang semarang banjir, mudah – mudahan dah gak banjir lage deh karena Cav punya rencana juga mau nengokin Mbah putri di Solo. Testingnya seh dah hampir selesai, dan tadi dah sempet juga beli tiket kereta Harina, mayan juga harganya 120 rebu. Habisnya kalo mo cari tiket pesawat semuanya tuh pagi gak ada yg sore. Oh iya hari ini ukhti ujian kok dia gak kasih kabar yah ??? Ato Cav telpon dia aja kali yah ….

17:06

Baru aja dapet berita kalo stasiun tawang banjir dan jadi bingung juga seh sebenernya tapi yah Bismillah aja dehh, dgn ijin 4JJI mudah – mudahan di gampangin urusannya.

Day 3, Semarang Kaline Banjir


Semarang 01/31/06 09:45

Semalem berangkat dari Bandung pas jam 20.00, asik juga lihat tertibnya transportasi di Indonesia. Sayang, Cav lupa beli makan buat di jalan, dan sekeliling cav tuh para penumpang dah bawa tentengan segala rupa dari HokBen sampai McDee. Ya dah gak papa, nanti aja pasti kan laper ke kereta restorasi aja. Eh, pas makan di restorasi ada cewek ge duduk sendiri (aku gak tebar pesona kok ukhti, Cuma mau bersikap ramah aja) ya dah ku aja ngobrol aja. Cewek ini tuh duduk di restorasi karena sebenernya dia tuh termasuk keluarga PT.KAI jadinya yah bisa gratis naek. Dia lagi kuliah di UnPas jurusan akutansi baru semester 1, dan niatnya mo turun di Cikampek. Denger cerita cewek ini jadinya inget ma Ade di rumah, mudah – mudahan dia kuliah di Jakarta jadinya orang rumah gak khawatir kalo dia jalan sendirian … tapi kapan dia bisa mandiri kalo getu … hehe gak tahulah. Pas sampe Cirebon ibu yang duduk di sebelah pamit karena mau turun, aduh jadi inget Mameh di rumah, kalo malem sendirian gene kasihan deh (jam 24:00). Cav kira seh, asikk neh kursi sebelah kosong dan dah mau ambil posisi tidur terlentang, eh gak tahunya ada suara bapak – bapak yang bilang , “Mas, ini bangku 4d yah ???”. Ya udah Cav langsung bilang iya dan mempersilakan di duduk, eh ternyata yang mau duduk tuh anaknya dan dari pakaiannya Cav tahu kalo akhwat ini (kok akhwat, ya lah karena dia pake jilbab warna biru dan rapi banget) pasti mo ke semarang . Kereta mulai jalan lagi, dan sepanjang jalan Cav mikir, seandainya bisa berangkat ma ukhti pasti deh duduk berdua kaya sama akhwat yg duduk di sebelah ( he he kalo mo jalan berdua ya disah-in dulu kali yehh … maaf yah Ti). Dah jam 04.00 dan kereta belum juga sampai, akhirnya Cav ke restorasi lagi dan dikasih tau kalo kemungkinan masih banjir di Semarang … oops probabilitas buka sepatu makin gede nehh. Pas jam 04.45 baru sampai Semarang dan bener aja banjirrr, akhirnya dikasi alternatif turun di Stasiun Poncol.

Semarang (baru bangun …)

Karena jadwal testing masih jam 02.00 malem nanti Cav akhirnya milih stay di hotel plaza dan males – malesan dulu. Tadi subuh pas sampe dah SMS ukhti dan bilang Alhamdulillah perjalanannya lancar, walaupun butuh perjuangan melawan banjir, ukhti bales sms dan tanya, susah gak keluar stasiun kalo banjir getu dia juga bilang kalo hari ini kan pas 1 muharam jadinya yah libur. Niatnya hari ini ukhti mo ke Citos dan dia bilang supaya Cav jangan lupa makan, ya neh ukhti Cav bangun dah jam segene sedangkan jadwal sarapan hotel kan jam 07 – 10 .
Nah masih ada masalah seh dikit, kantor di Semarang tuh gak tahu di mana. Kalo di Bandung kemaren kan tinggal jalan aja, nah kalo di sini ??? Lagipula hari ini kan hari libur, ah cuek lah … "Semangat" aja terus kalo meminjam istilah ukhti. Besok seh ada rencana nengok keluarga di Solo, dah kangen neh sama orang – orang di sana.

From Hotel Plaza Semarang,

Sunday, January 29, 2006

Day 1. IN Phase 3


Bandung "29/01/06 22:25"

Dapet tugas keliling jawa sebenernya gak pernah Cav bayangin sebelumnya, sebabnya tugas ini tuh agak banyak dan baiknya seh dibagi ke temen se divisi yang lain. Tapi karena dadakan akhirnya dijalanin juga. Hari ini akhirnya berangkat ke bandung, karena dah lama gak naek kereta ke sini akhirnya agak canggung juga. Apalagi pas mo berangkat bro Yud malahan bikin deg – degan karena niat mo nganter ke gambir sampe jam 4 belon juga nongol, tapi akhirnya seh sampe juga gambir jam 17.10, trus berangkat jam 18.45 dan sampai bandung hampir jam 22.00. Sebelum berangkat tadi seh udah bilang sama Ukhti kalo mo berangkat tugas, Cav tahu karena besok Ukhti ujian akutansi di diklat dan biasanya kalo mo ujian tuh belajarnya sampai larut dan serius banget getu. Barusan aja SMS ukhti dan dia masih belum tidur, tuh kan bener. Cav berharap seh besok ujian ukhti lancar dan yang keluar soalnya sesuai kisi – kisi, juga kerjaan Cav yang mau dilaksanain on time sesuai schedule. Karena besok malem dah harus ke Semarang, mudah – mudahan Cav dapet tiket kereta ke Semarang.

From Yehezkeiel Hotel,

Tuesday, October 04, 2005

Kedai Sufi Kang Luqman


Mujur…niat cari buku buat ngabuburit, akhirnya dapat juga buku nyeleneh soal nasehat hidup. Judulnya seh ringan “Kedai Sufi Kang Luqman”, tetapi kalau dibaca daftar isinya lebih banyak istilah yang nyeleneh. Dan akhirnya batal juga rencana agar buku ini dibaca buat ngabuburit. Sebenarnya ide dari penulis tuh sederhana (walau M.Luqman Hakim kalau dibaca dari riwayat hidupnya adalah orang yang “berisi”-red) yaitu tentang sebuah warung kopi tempat ngumpulnya empat orang biasa : Pardi, Dulkamdi, Kang Saleh , dan Cak San yang senang berdiskusi tentang makna hidup dan artinya buat memperkaya hati. Sudah pasti dari sebutan diatas kita tahu bahwa persoalan “Susahnya Orang Jawa” akan lebih banyak dibahas. Dan istilah “boso jowo” pun bertebaran semena – mena di buku ini (maaf untuk Mas Lukman, ini sebuah pujian loh –red). Dan akhirnya sang penulis pada bagian lain buku ini juga membahas “spesialisasi” nya yaitu sufiisme, maka beliau menyediakan satu ruang Tanya jawab soal hal itu (Dalam sekali untuk orang awam seperti saya – red). Ada satu kisah yang saya kagumi dari buku ini judulnya “Tiga Kia Pekerja Seks”, Seorang Kiai didatangi oleh PSK yang meminta penglaris di depan orang banyak di kedai kopi, aneh bin ajaib sang Kiai pun mendoakan wanita tersebut. Dan saat orang lain bertanya mengapa ? maka sang kiai menceritakan sebuah kisah, Alkisah ada seorang kiai yang punya penyakit psikologis seakan-akan malaikat maut selalu mengikutinya (alias takut mati-red), lalu dia bertanya obatnya kepada gurunya dan sang guru menjawab “Pergilah kau ke tempat pelacuran!!!” , nah loh bingung kan dan toh akhirnya kiai itu pergi ke sana dan jawaban itu ditemukan dari seorang kakek tua yang masih bersemangat bergerilya di tempat pelacuran tersebut. Sang kiai mendapat jawaban : Seorang kakek tua masih bersemangat dan saya seorang muda takut mati ??? kualitas iman apa yang saya punya ( Saya sambil nyengir terus berpikir..benar juga yah –red). Lalu ada kisah kiai yang bosan menjomblo ria, lalu dia pun beristikharah anehnya dalam petunjuk itu mengharuskannya ke tempat pelacuran, dalam hatinya dia sudah bergumam “ apa jadinya seorang nyai kiai pelacur?”. Kiai itu tetap berangkat ke tempat pelacuran dan tampak kebingungan di sana, tiba – tiba di sudut gang masuk datang seorang gadis manis berjilbab membawa kopor besar, kiai itu pun bertanya dan sang gadis memberi alas an ia tak rela dijodohkan dan kehabisan bekal hingga berpikiran pendek untuk ke tempat pelacuran tersebut, dan kisah seterusnya sudah bisa ditebak kan ???. Oh iya masih ada kejutan, ingat soal PSK yang meminta doa kiai diatas, sebulan kemudian ia datang bersama calon suaminya, meminta doa restu untuk menikah dan sudah berhenti dari pekerjaanya. Wuihh..Alhamdulilah menemukan buku ini..Alhamdulilah.

Saturday, September 03, 2005

Kabar “Katrina” dari Kat…..


Dahsyatnya badai Katrina baru saya lihat di TV atau baca di surat kabar saja. Penasaran dengan hal itu saya coba hubungi seorang teman dekat di negeri paman sam sana, seorang gadis manis yang saya kenal saat belajar sesaat disana. Untungnya dia tinggal di Philadelphia jauh dari bagian tenggara Amerika yang dilanda badai. Dua kali saya coba e-mail dia dan baru semalam sebuah surat balasan datang. Kira – kira terjemahan bebasnya sebagai berikut :

Dear Adi ( ini panggilan dia kepada saya),

Sori baru bisa balas surat kamu, saya masih sibuk dengan tugas – tugas yang diberikan dosen, yah semua itu harus dilakukan supaya cepat – cepat diangkat jadi asisten dosen. Oh, iya thesis akhir sudah saya selesaikan semoga saja bisa disetujui untuk didaftarkan tahun depan. Kok kamu malah bertanya soal ”Katrina” yang lain ? Apakah saya tidak cukup berarti untuk diperhatikan..sori bercanda. Suasana tsunami yang kamu ceritakan seakan – akan terjadi disini, kemarin kampus saya mengadakan doa bersama untuk korban badai, sabtu besok rencananya gereja Philadelphia akan mengadakan pencarian dana untuk kota kami. Gimana tidak mau heboh ? bayangkan saja NYT (New York Times – Red) mengabarkan bahwa 40.000 rumah di bawah air…gila kan. Film ”Underworld” sepertinya hadir sekarang, gak deng kok dibesar – besarin yah :). Ancaman kelaparan adalah hal yang paling diperhatikan sekali oleh pemerintahan Bush, jelas saja karena lingkungan di sana terisolasi. Sebuah stadion Superdome untuk final football (Superbowl NFL –Red) tahunan saja sudah dijadikan sarana penampungan pengungsi. Dan ancaman tembak mati buat penjarah atau siapa saja yang bertindak anarkis sudah dikeluarkan di tiap Negara bagian yang terkena bencana…Asap Suci (Holly Smoke – Umpatan – Red). Mungkin inilah saatnya pemerintah Amerika menunjukan ke”kerenan”nya mengatasi persoalan dunia dengan mampu mengatasi persoalan domestiknya. Setiap saat saluran TV baik local, nasional, atau kabel menayangkan video rekaman amatir tentang si nona galak “Katrina”. Ah sudahlah, setidaknya dengan ini semakin banyak orang yang ke tempat ibadah ya nggak ??. Mungkin besok saya punya cerita soal penggalangan dana atau kabar terakhir bencana ini. Tapi pastinya yang terpenting adalah kabar tentang saya ya kan ??

Salam untuk semua keluarga di sana yah...Semua keluarga Kim disini merindukanmu lohh..terutama saya (jangan geer yah :) :) ).

Penuh persahabatan,

Kat

Wednesday, August 31, 2005

Yanusa Nugroho…


Akhirnya dapat juga buku lain karya Yanusa Nugroho (Selanjutnya disebut YN – Red), akhirnya ada juga seorang yang berani memporakporandakan kisah perwayangan tentang generasi “Kuru” dan segala intriknya. Dan setelah “Boma” yang sudah dimodernisasi maka buku yang baru saya dapat dengan judul “Manyura” adalah salah satu deskripsi bebas YN dengan referensi pembukuan sajak – sajak Narayan tentang “Mahabharata”. Sedikit banyak kita dapat mengetahui bahwa pertikaian dan intrik bertahan hidup sudah ada sejak dahulu kala, entah apakah semua yang menjadi acuan penulisan kitab. Entah, Mahabharata adalah dari sebuah ulasan cendekiawan saat itu tentang pertikaian politik kerajaan ataukah memang sekedar khayalan manusia saja. Baiklah , saya akan coba bahas buku pertama saya (Entah buku keberapanya YN – Red). Buku ini berjudul Boma, saya ingat sekali kalau saat buku ini diterbitkan berkenaan dengan pemutaran Spiderman-2 the movie di bioskop dan YN sangat mengharfiahkan bacaan komik ke dalam situasi jagat perwayangan. Kisah Prabu Boma Narakasura, yang merupakan seorang Denawa atau raksasa kali digubah habis menjadi seorang anak manusia yang mempertanyakan asal – usul jatidirinya, asal mula penciptaannya. Seorang jiwa pemberontak generasi- x (hidup di awal tahun 2000-an –Red), dengan kenyataan pahit bahwa sekuat apapun dia menentang takdir akhirnya harus tewas di tangan ayahnya sendiri. Saya sangat terkesan dengan cerita ini, karena akhir tahun lalu saat pulang ke rumah nenek di Jogja saya mengikuti pagelaran wayang kulit dengan tema yg sama, dan anehnya saya dapat menikmati gubahan liar YN sama dengan ceritera aslinya. Mungkin saya bukan penikmat buku dengan genre non-fiksi yang rajin mengikuti perkembangannya, akan tetapi setiap membaca karya YN saya diharuskan untuk mencari referensi lain untuk membandingkan pemikirannya. Disini penggambaran seorang Prabu Kresna yang merupakan tokoh nomor satunya kisah kuru, dijadikan sebuah peringatan bahwa setiap anugerah lebih dari tuhan juga diperlukan tanggung jawab lebih. Pahit atau manis nantinya sudah merupakan kehendaknya, tinggal sang pelaku inilah yang menentukannya. Sekali lagi saya hanya pembelajar yang kembali menggali jiwa luhur negeri ini karena saat anda berada di luar negeri anda akan pahami bahwa kebudayaan kita patut dihargai lebih dari sekedar medali tanda jasa.

Friday, April 22, 2005

Sang Penjaga Lelap

Malam masih panjang saat sang penjaga pagi bergegas menghampiri sang penjaga penjaga siang dan mengajaknya menutup gerbang terang. Saatnya sang penjaga malam membuka tirai gerbang gelap dan menghamparkan bintang – bintang di langit. Sementara itu di bumi seorang pemuda masih bekerja keras untuk tujuan hidupnya, Lukaman sebut saja begitu saja namanya seorang di akhir usia dua puluhan dan yatim. Yatim, ya yatim yang biasanya sering dikatakan orang – orang di sekitarnya, sebuah julukan yang sudah bebal untuk didengarnya. Padahal bukan salahnya bila ayahnya pergi berperang ke suatu pulau dengan alasan kebangsaan dan akhirnya pulang dikafani. Dengan rasa penghormatan itulah akhirnya setiap orang di desanya selalu mengatakan Lukman adalah sang anak sang penjaga lelap yang selalu menjadi pribadi ganda sang penjaga malam. Itulah yang menjadi obsesi terpendam Lukman dari kecil hingga sebesar ini. Tiap hari dia bekerja keras mengumpulkan uang untuk bertanya kepada sang maha tahu di desanya. Dan sang maha tahu setiap hari menceritakan penggalan kisah sang penjaga lelap yang didengarnya langsung dari sang penjaga siang. Sang maha tahu bukanlah mahluk yang amat saleh atau suci tetapi dia selalu membagikan bayaran ceritanya kepada fakir miskin di desanya. Dan kini sang maha tahu akan mengisahkan bagian akhir dari kisah sang penjaga lelap. Dia meminta Lukman tidak bekerja dan datang di saat senja menjelang. Dengan wajah tuanya dan sedikit lirih sang maha tahu berkata “Lukman, sang penjaga lelap adalah wajah dungu dari dunia, dia akan selalu kuat bila hanya manusia selalu memikirkan dirinya sendiri, dia akan selalu tinggi bila hanya kehormatan diletakkan di bawah kaki, dan dia akan selalu hitam bilamana sang ajal tidak lagi ditakuti”. Dengan penuh harap lukman bertanya “Lalu tuan apakah dia mahluk yang baik atau jahat ?”. Sang maha tahu membalas “Begini saja nak, kau cari saja orang yang paling menderita di desa ini dan katakan padanya apa yang bisa kau bantu”. Setelah perkataan tadi sang maha tahu lalu terdiam dan Lukman sadar bahwa inilah akhir cerita ini. Saat dia pamit dan membuka pintu rumah sang maha tahu lalu kakek itu berucap “Anak muda, sebelum kau pulang ambilah pundi – pundi emas di dekat tungku api itu, itulah keringatmu yang akan membawamu menemui sang penjaga lelap”. Dengan takjub Lukman pun memanggul pundi – pundi itu dan bergegas pulang. Setelah itu diapun sesegera tidur dan menghapus cemasnya dengan senyum untuk misi esok pagi. Saat sang penjaga malam menyelesaikan tugasnya ia pun berbisik pada sang penjaga pagi “Teman, bilamana Lukman berjalan hari ini sediakanlah dia awan yang meneduhi dan angin yang sejuk”. Maka Lukman pun bangun amat pagi hari ini dengan memanggul pundi – pundi dia menyelusuri desanya yang tak lebih lebar bila dibandingkan kota hitam di seberang pulau. Dan berkat bantuan orang – orang di desanya dia pun mendapatkan nama tiga orang paling menderita di desanya. Maka dia pun menyandangi rumah orang pertama itu, sebuah rumah bata dengan warna kusam dan dengan pintu yang disilangi arang hitam. Dengan penuh hormat lalu ia mengetuknya, terdengar sura dari dalam mempersilakannya masuk. “Masuk sobat sudah kutunggu kau sedari tadi, sudah pula kusiapkan jawaban sebelum kau bertanya”. “Bilamana kau ingin membantu aku maka jadilah mataku saatku muda dan peliharalah pandangan itu agar tak jadi buta hanya karena kesenangan sesaat”. Lukman tak sempat mengucapkan terima kasih karena orang tadi malah membekalinya lagi sebuah pundi emas dan menyuruhnya lekas pergi ke orang berikutnya.


Bersambung………………

Saturday, April 02, 2005

Masih…


Akhirnya pilihan itu datang juga, antara kampus dan kantor, dan dengan rasa yang berat terpaksa kuliah di nomor duakan. Terlalu banyak pertanyaan di benak tetapi masihlah sedikit bersyukur karena hal ini terjadi di penghujung masa studi. Teringat juga kata seorang senior yang mengingatkan agar tetap menjaga nilai kuliah dan nyatanya sedikit lumayan. Satu hal yang sulit untuk bergantung dengan yang lain karena mereka pun kadang – kadang sibuk. Saat ke Cirebon kemarin ada sedikit wacana dari seorang bapak yang sama – sama menunggu kereta di stasiun, beliau heran karena saya dengan tergopoh – gopoh membawa tas laptop dan backpack sedangkan kereta masih 1 jam lagi. Dengan tenang dia berkata bahwa saya belum terlambat, yah sebenarnya saya sadar saya tidak terlambat tetapi kalau sudah keasyikan main ke rumah teman yah beginilah. Sambil ngos-ngosan saya mencoba cari bahan pembicaraan dan anehnya bapak itu tahu kalau saya masih kuliah. Lalu dia bercerita adalah seorang PNS yang harus jadi commuter (orang yang pulang pergi rumah kantor (jarak jauh) – Red) dan masih menyelesaikan studi S2 nya di jurusan hukum. Saya sedikit tidak percaya mengingat umurnya yang pasti di atas ayah saya dan gayanya yang pasti sudah berjabatan lumayan. Sebelum sempat bertanya dia malah berkata kalau dia dan saya adalah orang yang diberi kesempatan oleh waktu dan waktu yang tak bersahabat adalah guru terbaik. Great, satu lagi catatan hebat di batin, satu perkataan yang membuat saya merasa menjadi seorang pengeluh berat sebulan belakangan ini. Mungkin saya harus tidak bersahabat dengan waktu tetapi menjadi musuhnya adalah kesalahan besar. Pastinya ini saatnya bangkit dan tetap percaya bahwa studi ini akan selesai…………….

NB :

Mungkin PNS kadang – kadang membuat saya merasa tidak rela dipotong pajak per bulan untuk upah mereka tetapi toh belajar dari sang maha ajar kadang mengajarkan kita untuk terus belajar berpikir benar (Cirebon – Setelah Mid RPL)

Tuesday, March 22, 2005

Selamat Jalan Teman

Teman…
Yah hari ini divisi di kantor saya berduka , salah satu teman meninggal dunia jam 11.00 pagi ini. Seorang teman yang selalu memberi contoh agar jangan pernah berhenti belajar. Insan yang tabah menghadapi penyakitnya dan tidaklah pernah sekalipun terdengar keluhan keluar dari mulutnya sekalipun menahan sakit. Di usia ke 35-nya saya rasa beliau sudah matang dalam menghadapi hidup, bahkan menghadapi saya yang penuh dengan “ledakan” pun selalu dengan kedewasaan. Niatnya sore ini saya akan berangkat untuk menjenguknya, tetapi Alloh punya rencana lain. Padahal kadang – kadang sikap keras kepala saya membuatnya geleng – geleng kepala, atau malah membuatnya sedikit kesal. Saat menatap jenazahnya, saya masih ingat saat lusa lalu kami masih saling berbicara tentang kerjaanya. Mungkin kata maaf saja yang belum terlontar dari saya, atau terima kasih telah membagi kematangan pola berpikirnya. Semoga dilapangkan jalan mu teman….


إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أُجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا

"Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali (di hari Kiamat). Ya Allah! Berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku)."(HR. Muslim 2/632.)

Sunday, March 06, 2005

Abu - Abu

Setiap manusia pasti mau perubahan di hidupnya. Dan pergulatan harus dijalani untuk mendapatkannya. Saya hanya punya harapan agar tetap berada di garis batas hitam putih hidup, Insya Alloh jangan sampai ke area abu – abunya. Saat kita beranjak dewasa sebenarnya kita sudah paham bahwa pada saatnya kita akan mengingkari kebenaran walau sedikit adanya. Saat kita mendengarkan pendapat orang lain pun kita sudah mengingkari kebenaran dengan tidak menghadapi kenyataan dengan sendirinya. Saya tidak mengamini sesorang yang dengan bangganya selalu menganggap dirinya benar, tetapi alangkah baiknya jikalau kita dengan serendah hati mungkin mencoba menghadapi apapun dengan sendirinya (Ahmad Dhani – Red). Area abu – abu ? lebih baik kita tidak selalu menetapkan hal ini sebagai sesuatu keadaan yang tidak jelas, bisa saja kita mengumpamakannya sebagai hal pengingat. Ingat bahwa kita tidak selalu benar, orang lain tidak selalu salah, atau bahkan kita dan orang lain memang perlu dibenahi agar selalu jadi putih. Keadaan kadang datang tidak sesuai yang kita inginkan dan wajar saja ego manusia kita akan menanggapinya kadang dengan perasaan saja. Sobat, kita hanya perlu mengkaji sejauh mana arah jalan kita sudah menuju yang putih. Itu sajalah dulu karena dari situlah kita bisa mengukur sejauh mana keberhasilan kita dalam hidup. Dalam usia ini sayapun merasa kalau saya masih jauh dari hal tersebut. Tetapi usaha akan terus digelar bukan ?? Karena dengan usaha lah yang membedakan nafas seseorang yang satu dengan yang lainnya.